Kamis, 20 Oktober 2011

Berikut Susunan Kabinet Baru SBY



JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara resmi mengumumkan nama-nama menteri baru hasil reshuffle di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Selasa (18/10/2011).

Berikut susunan lengkap menteri yang akan bersama Presiden SBY sampai 2014.

1. Menko Polhukam: Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
3. Menko Kesra: Agung Laksono
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
Wakil Menteri Luar Negeri Wardana
7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
8. Menteri Hukum dan HAM: Amir Syamsuddin
Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana
9. Menteri Keuangan: Agus Martowardojo
Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Jero Wacik
Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo
11. Menteri Perindustrian: MS Hidayat
Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun
12. Menteri Perdagangan: Gita Wirjawan
Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi
13. Menteri Pertanian: Suswono
Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan
14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
15. Menteri Perhubungan: EE Mangindaan
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono
16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Sharif Cicip Sutardjo
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak
19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Setyaningsih
Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti
20. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: M Nuh
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Wiendu Nurianti
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional Bidang Pendidikan Musliar Kasim
21. Menteri Sosial: Salim Segaf Al Jufrie
22. Menteri Agama: Suryadharma Ali
Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar
23. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Mari Elka Pangestu
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Sapta Nirwandar
24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
25. Menteri Negara Riset dan Teknologi: Gusti Muhammad Hatta
26. Menteri Negara Koperasi dan UKM: Syarief Hasan
27. Menteri Negara Lingkungan Hidup: Berth Kampbuaya
28. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar
29. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Azwar Abubakar
Wakil Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Eko Prasodjo
30. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Lukita Dinarsyah Tuwo
31. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faishal Zaini
32. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara: Dahlan Iskan
Wakil Menteri BUMN: Mahmuddin Yasin
33. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga: Andi Mallarangeng
34. Menteri Negara Perumahan Rakyat: Djan Faridz

Kepala Badan Intelijen Negara: Letjen TNI Marciano Norman

Rencananya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan melantik menteri baru itu pada Rabu (19/10/2011) pagi.

“Besok pagi, saya akan melantik. Siang harinya saya akan memberikan pidato terkait kebijakan, penekanan kabinet Indonesia bersatu, proritas, sasaran, agenda khusus dan pidato mendatang,” kata SBY.
(ugo)


Selanjutnya....

Rabu, 21 September 2011

Google+ Mengalami Tren Penurunan?

Setelah beberapa bulan sejak diluncurkan, Google+ diragukan pamornya. Pasalnya, sang CEO Google sendiri yakni Larry Page diketahui jarang mengupdate akunnya.

Dalam akun pribadi Larry Page, terlihat updatean terakhir dilakukan pada 15 Agustus alias sudah lebih dari sebulan yang lalu.

Page menciptakan akun tersebut pada bulan Juni. Namun rupanya ia tidak 'konsisten' dengan profilenya belakangan ini dan menyebabkan rumor tak sedap berhembus, yaitu bahwa situs jejaring tersebut sedang menurun popularitasnya.

Sebelumnya Page memang rajin memposting halamannya dengan berbagi foto-foto. Ia juga sempat mengucapkan selamat pada pencapaian yang diraih Google+ dan pada saat pengakuisisan Motorola Mobility.

Namun sebanyak 300.000 orang yang memasukkan Page ke dalam 'circle' mereka rupanya harus kecewa karena sang CEO Google ini agak menelantarkan akunnya.

Menanggapi sepinya halaman Page, juru bicara Google menolak berkomentar. Pihak Google hanya menerangkan bahwa kebanyakan orang memilih untuk berbagi aktivitas hanya kepada beberapa circle (lingkaran pertemanan) saja, bukan ke semua orang.

Dalam bulan pertamanya Google+ memang menyedot perhatian dengan memperoleh 25 juta user, sebuah pencapaian yang diraih Google dalam waktu 10 bulan ketika ia diluncurkan pada tahun 2004. (Detik/DailyMail)

Selanjutnya....

Selasa, 07 Juni 2011

BlackBerry Mulai Ditinggalkan Orang?

Pesona BlackBerry di Amerika Serikat mulai meredup. Setelah kalah dari Android, kini handset Research In Motion (RIM) itu mulai kehilangan pasar dari Apple dengan iPhone-nya.

Ya, dalam laporan terbaru comScore, Apple menempati posisi kedua dalam platform smartphone di AS. Apple dengan iOS sudah berhasil menempati posisi kedua, dibawah Google Android. Demikian yang dilansir Apple Insider, Senin (6/6/2011).

Menurut comScore, Apple menguasai 26 persen pasar smartphone AS antara bulan Februari dan April naik 1,3 persen dari 24,7 persen itu pada bulan Januari. Sementara kehadiran Apple yang tumbuh, RIM justru kehilangan 4,7 persen pangsa platform selama periode yang sama.

iOS dan Android adalah platform diantara OS lain yang mengalami pertumbuh dalam berbagi antara Januari dan April. Namun pertumbuhan 5,2 persen Android melebihi ketimbang Apple, ini artinya memberikan platform raksasa pencari pada pangsa pasar 36,4 persen.

Selain itu juga comScore menemukan bahwa 234 juta orang Amerika usia 13 dan lebih tua yang menggunakan perangkat mobile dalam rentang tiga bulan yang berakhir pada bulan April. Dari mereka, 74,6 juta di smartphone yang dimiliki AS, naik 13 persen dari periode tiga bulan yang berakhir pada Januari 2011. (okezone)


Selanjutnya....

Rabu, 18 Mei 2011

Serangan Kupu-Kupu Putih Bikin Sesak Napas & Gatal

JEMBRANA- Setelah ulat bulu, kini Kabupaten Jembrana, Bali, diserang ribuan kupu-kupu putih. Tak hanya membuat gatal, kupu-kupu itu juga menghasilkan debu yang bisa membuat sesak napas.

Kupu-kupu putih hinggap di beberapa tempat di Jembrana, di antaranya menyerang tanaman perindang di SMA Negeri 2 Negara. Akibatnya, proses belajar mengajar di sekolah hari ini terganggu. Kupu-kupu putih juga menyerang perkebunan warga.

Seorang siswi SMA Negeri 2 Negara, Ade Anggreani, mengaku meski tidak menggangu secara langsung, keberadaan kupu-kupu putih menyisakan debu putih seperti kapas. Debu-debu beterbangan di terpa angin hingga masuk ke dalam kelas siswa.

Debu tersebut, jelas Ade, sangat mengganggu pernapasan. Selain itu juga merusak pandangan. Para siswa juga mengeluhkan gatal-gatal saat duduk di bawah pohon.

Pihak sekolah mengaku kewalahan mengatasi serangan kupu-kupu putih. Sekolah telah menebang beberapa pohon, namun populasi kupu-kupu semakin banyak.

Kupu-kupu putih juga menyerang perkebunan warga. Di Desa Dauh Waru dan Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana, kupu-kupu menempel dan menyerang pucuk tanaman warga. Akibatnya pucuk tanaman warga layu. (okezone)

Selanjutnya....

Sabtu, 14 Mei 2011

Jutaan Facebooker Berusia di Bawah 10 Tahun

Meski Facebook memberlakukan batasan umur di situsnya, tapi toh banyak anak-anak di bawah umur yang memiliki akun di jejaring sosial populer ini. Setidaknya, ini terlihat dari hasil studi di Amerika Serikat (AS) yang menyebutkan, 7,5 juta dari 20 juta pengguna Facebook di sana berusia di bawah 10 tahun.

Yang mengkhawatirkan, studi State of the Net yang dilakukan Consumer Reports itu mengungkapkan bahwa anak-anak ini kerap menjadi sasaran empuk para pedofilia dan pelaku cyber bullying.

Dalam laporan yang dilansir AFP, itu juga mengungkapkan, Facebooker berusia di bawah 10 tahun, terbiasa mengakses Facebook tanpa pengawasan orang tua.

"Para orangtua tampaknya tidak memperhatikan penggunaan Facebook putra putri mereka. Mereka berpikir, anak-anak kurang rentan terhadap risiko internet," tulis laporan itu.

Padahal, anak-anak perlu mendapat perlindungan dari konten-konten buruk seperti pornografi, kekerasan, dan lain-lain. Mereka juga perlu dilindungi dari berbagai ancaman keamanan internet seperti link berisi malware yang menginfeksi komputer. (detik)

Selanjutnya....

Minggu, 13 Februari 2011

Ilmuwan Indoneisa Rentan Dibajak Negara Lain

Minimnya sarana dan pemanfaatan hasil riset serta lemahnya sistem penghargaan tidak menjadi kendala bagi sejumlah ilmuwan dalam mengembangkan keahlian. Namun, kondisi ini dimanfaatkan negara lain untuk ”membajak” ilmuwan Indonesia.
Sejumlah ilmuwan di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, ilmuwan yang diincar terutama dengan keahlian langka.
"Iming-iming yang diberikan umumnya gaji tinggi dan fasilitas lengkap," kata ahli mikrobiologi pada Pusat Penelitian Biologi LIPI, I Made Sudiana, Selasa (8/2/2011) kemarin di Cibinong Science Center, Cibinong, Jawa Barat.
Sudiana baru-baru ini mengembangkan riset isolasi dan pengembangbiakan mikroba tanah dari lereng Gunung Merapi. Tujuan riset untuk percepatan pengayaan unsur hara lereng Merapi pasca-letusan tahun lalu. Pengambilan sampel tanah berjarak 5 kilometer sampai 20 kilometer dari puncak Merapi.
Saat ini Sudiana mampu mengisolasi dan mengembangbiakkan lima strain mikroba endemik lereng Merapi yang berfungsi sebagai pelarut fosfat, penambat nitrogen, dan pengatur hormon tumbuh. Mikroba-mikroba itu kemudian diintegrasikan ke dalam pupuk organik cair yang sudah siap diaplikasikan untuk produksi pertanian di lereng Merapi yang kini sebagian besar masih tertutup material vulkanik.
"Mungkin karena hasil riset ini, negara tetangga menawari bekerja dengan gaji Rp 40 juta sebulan," kata Sudiana.
Jumlah besarnya gaji tersebut terhitung lebih dari tujuh kali lipat dari gaji sekarang.
Merancang kebutuhan
Staf Ahli Menteri Riset dan Teknologi Amin Soebandrio mengatakan, Indonesia tidak secepat negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, atau Vietnam, dalam mengoptimalkan tenaga peneliti unggulan.
"Sebetulnya, bukan pendapatan tinggi yang diharapkan para periset, tetapi lebih pada iklim penelitian yang menyegarkan," kata Amin.
Carunia Mulya Firdausy, profesor riset pada Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, mengatakan, negara-negara yang sedang melangkah maju melalui kegiatan riset, seperti Malaysia dan Korea Selatan, justru melarang para ilmuwannya bekerja ke luar negeri. Meskipun demikian, pemerintah memberikan fasilitas yang memadai untuk peneliti.
Amin mengatakan, ”pembajakan” para ilmuwan juga dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu sebagai prestasi menggapai reputasi internasional. (kompas) (ketok)

Selanjutnya....

Kamis, 01 Juli 2010

The Most Recommended Option to Find Best North Carolina Apartments

North Carolina is a great place to live since there are many great places to visit and friendly local people that we can easily get along with. It’s also a potential state for us to set a new business. If you’re a person who has a plan to make a living and start a new business in North Carolina then it’s important for you to make sure that you get all things well prepared such as finding a place to live.

If you have a plan to start living permanently in North California and needs to find the best Luxury Durham apartments ,then you’re advised to visit Nc-apartments.com. This website represents an online company that offers you so many choices of apartments such as NC Apartments Rent High Point that offers you comfortable and luxurious accommodation facilities, amenities and also complete security to allow you having enjoyable moments in your daily life at home.

When you visit this website you can also find NC Apartments Charlotte which also offers you great services and warm assistance from the staffs. Whenever you need some help about NC Apartments, the staffs will be able to assist you immediately and give the best solution for you. Please visit this website to learn more services and features offered.

Selanjutnya....
Contact to Tim Genjrink

Kumpulan photo-photoku dengan photo-photomu

Template by : kendhin x-template.blogspot.com