Rabu, 18 Mei 2011

Serangan Kupu-Kupu Putih Bikin Sesak Napas & Gatal

JEMBRANA- Setelah ulat bulu, kini Kabupaten Jembrana, Bali, diserang ribuan kupu-kupu putih. Tak hanya membuat gatal, kupu-kupu itu juga menghasilkan debu yang bisa membuat sesak napas.

Kupu-kupu putih hinggap di beberapa tempat di Jembrana, di antaranya menyerang tanaman perindang di SMA Negeri 2 Negara. Akibatnya, proses belajar mengajar di sekolah hari ini terganggu. Kupu-kupu putih juga menyerang perkebunan warga.

Seorang siswi SMA Negeri 2 Negara, Ade Anggreani, mengaku meski tidak menggangu secara langsung, keberadaan kupu-kupu putih menyisakan debu putih seperti kapas. Debu-debu beterbangan di terpa angin hingga masuk ke dalam kelas siswa.

Debu tersebut, jelas Ade, sangat mengganggu pernapasan. Selain itu juga merusak pandangan. Para siswa juga mengeluhkan gatal-gatal saat duduk di bawah pohon.

Pihak sekolah mengaku kewalahan mengatasi serangan kupu-kupu putih. Sekolah telah menebang beberapa pohon, namun populasi kupu-kupu semakin banyak.

Kupu-kupu putih juga menyerang perkebunan warga. Di Desa Dauh Waru dan Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana, kupu-kupu menempel dan menyerang pucuk tanaman warga. Akibatnya pucuk tanaman warga layu. (okezone)

Selanjutnya....

Sabtu, 14 Mei 2011

Jutaan Facebooker Berusia di Bawah 10 Tahun

Meski Facebook memberlakukan batasan umur di situsnya, tapi toh banyak anak-anak di bawah umur yang memiliki akun di jejaring sosial populer ini. Setidaknya, ini terlihat dari hasil studi di Amerika Serikat (AS) yang menyebutkan, 7,5 juta dari 20 juta pengguna Facebook di sana berusia di bawah 10 tahun.

Yang mengkhawatirkan, studi State of the Net yang dilakukan Consumer Reports itu mengungkapkan bahwa anak-anak ini kerap menjadi sasaran empuk para pedofilia dan pelaku cyber bullying.

Dalam laporan yang dilansir AFP, itu juga mengungkapkan, Facebooker berusia di bawah 10 tahun, terbiasa mengakses Facebook tanpa pengawasan orang tua.

"Para orangtua tampaknya tidak memperhatikan penggunaan Facebook putra putri mereka. Mereka berpikir, anak-anak kurang rentan terhadap risiko internet," tulis laporan itu.

Padahal, anak-anak perlu mendapat perlindungan dari konten-konten buruk seperti pornografi, kekerasan, dan lain-lain. Mereka juga perlu dilindungi dari berbagai ancaman keamanan internet seperti link berisi malware yang menginfeksi komputer. (detik)

Selanjutnya....

Kumpulan photo-photoku dengan photo-photomu

Template by : kendhin x-template.blogspot.com